Bersama Menjaga Senyuman & Keamanan Anak
Mengenal lebih dekat visi, sejarah, dan orang-orang berdedikasi di balik gerakan pencegahan kekerasan seksual anak Kakak Aman.
Latar Belakang & Urgensi Gerakan
Kekerasan seksual pada anak merupakan tragedi kemanusiaan yang sering kali terjadi dalam sunyi. Sebagian besar kasus menimpa anak-anak usia dini (TK hingga SD kelas bawah) di mana mereka belum memahami batasan privasi tubuhnya sendiri atau tidak berani bersuara karena diintimidasi pelaku yang kerap merupakan orang terdekat.
Di Indonesia, minimnya literasi *body safety* di kurikulum sekolah dasar dan masih kuatnya stigma bahwa organ reproduksi adalah hal tabu untuk dibicarakan, membuat anak-anak rentan menjadi korban tanpa tahu cara melindungi dirinya.
Yayasan Kakak Aman Indonesia didirikan untuk memutus rantai tersebut. Kami percaya bahwa pencegahan terbaik adalah edukasi yang dini, berulang, dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan, tanpa memicu rasa takut atau trauma pada jiwa anak.
Visi Kami
Terwujudnya generasi anak Indonesia yang berdaya, berani melindungi tubuhnya sendiri, dan tumbuh di lingkungan yang bebas dari segala bentuk kekerasan serta pelecehan seksual.
Misi Gerakan
- Menyediakan kurikulum & modul edukasi perlindungan anak yang ramah usia dini dan dapat diakses gratis oleh siapa saja.
- Mengadakan kunjungan edukatif langsung ke sekolah-sekolah dasar dan madrasah, khususnya di wilayah prasejahtera.
- Melatih guru dan tenaga pendidik dalam deteksi dini perubahan psikologis anak korban kekerasan.
- Mengedukasi para orang tua agar tercipta pola asuh komunikasi terbuka tanpa tabu di dalam rumah.
Struktur Dewan Tim Kakak Aman
Terdiri dari praktisi psikologi anak, akademisi, pemerhati hak anak, dan relawan muda yang berdedikasi tinggi.
Kak Sarah Maulida, M.Psi.
Ketua Yayasan & Psikolog Anak
Berpengalaman lebih dari 8 tahun dalam pendampingan psikososial anak korban kekerasan dan advokasi kebijakan ramah anak.
Kak Dimas Prasetyo
Koordinator Program & Relawan Lapangan
Penggerak edukasi alternatif yang telah memimpin ratusan relawan menjangkau lebih dari 50 sekolah di Jabodetabek.
Bunda Anita Rahmawati
Kepala Bidang Edukasi & Kurikulum
Pendidik anak usia dini dan penulis modul 'Tubuhku Berharga', fokus pada metode penyampaian materi tanpa trauma.
Kak Fajar Nugroho, S.H.
Divisi Hukum & Advokasi Perlindungan Anak
Mendampingi prosedur hukum dan rujukan penanganan kasus kekerasan seksual anak ke dinas terkait.
